LLDikti IX Salurkan Bantuan Ditjen Dikti Bagi Korban Gempa Mamuju

 

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud RI, menyerahkan bantuan kepada korban gempa bumi Sulawesi Barat di Mamuju. Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Dr.Ir.Paristiyanti Nurwardani menyerahkan kepada Sekretaris LLDIKTI IX, Drs Andi Lukman. "Selanjutnya barang bantuan itu diantar ke lokasi gempa Sulbar di Mamuju,kemudian selanjutnya diserahkan ke BP PAUD dan Universitas Tomakaka," tutur Andi Lukman.

Jenis barang kebutuhan yang diserahkan termasuk diantaranya lampu senter, kain selimut, kain sarung, pakaian dalam anak, pampers anak, pampers dewasa. Ada juga pakaian dalam dewasa, training panjang anak, training panjang dewasa, kaos anak, kaos dewasa, tenda sedang, tenda besar, masker.

“Bantuan itu selanjutnya didistribusikan kepada korban gempa Sulbar, khususnya kepada tenaga pendidik dan kependidikan, siswa dan mahasiswa yang terdampak di lokasi gempa.” Demikian dikatakan Kepala LLDIKTI IX, Prof Dr Jasruddin, M.Si. Dijelaskan, bantuan senilai Rp. 342.376.000 dalam bentuk barang kebutuhan mendesak bagi korban gempa diserahkan melalui Kantor LLDIKTI IX, Kamis (20/1/2021).

"Universitas Tomakaka termasuk kampus dengan kerusakan parah, bangunan bertingkat ini roboh dan sudah tidak dapat di fungsikan lagi," tandas Jasruddin.

Jasruddin selaku Kepala LLDikti Wilayah IX, berterima kasih kepada Dirjen Dikti dan Sesdirjen Dikti beserta seluruh bagian dalam lingkupnya atas bantuan dan kepercayaan diberikan untuk menjadi bagian dari penyaluran bantuan tersebut. Dengan kepercayaan ini, LLDikti Wilayah IX lebih bersemangat lagi utk melakukan program bantuan dan lebih khusus lagi program recovery pasca gempa, tegas Jasruddin kepada media, Sabtu (23/1/2021).

LLDikti IX akan berkoordinasi dgn Satgas Penangulangan Bencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dengan demikian bantuan akan terkontrol secara baik sehingga bantuan masyarakat itu tepat sasaran dan menyelesaikan masalah secara tuntas tidak hanya saat ini tetapi untuk ke depan, ungkap Direktur PPs-UNM pada masanya ini.

"Untuk ke depan, sudah ada koordinasi dari Kemendikbud melalui Dirjen Dikti dan Dirjen Diksi untuk recovery khususnya bidang pendidikan. Siswa dan mahasiswa harus bisa kembali belajar secara normal dalam waktu singkat. Oleh sebab diharapkan kepada saudara saudara kita masyarakat Sulawesi Barat agar tetap optimis, percayalah bahwa seluruh komponen bangsa turut merasakan musibah ini, jadi saudara saudara semua tidak sendiri. Ada pemerintah daerah hingga pusat serta seluruh lapisan masyarakat", ungkap Doktor Fisika alumni PPs-Institut Pertanian Bogor ini.

(LLDikti_IX/AndiTenriDioNasrun)