Ketua APTISI Himbau Perguruan Tinggi Swasta Dukung KIP Kuliah Merdeka Kemendikbud

Sabtu, 27 Mar 2021 | 15:10:53 WIB - Oleh Andi Tenri Dio Nasrun


Ketua APTISI Himbau Perguruan Tinggi Swasta Dukung KIP Kuliah Merdeka Kemendikbud

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se – Indonesia (APTISI) Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia agar turut mengimplementasikan program beasiswa KIP pada calon mahasiswa baru di PTS, serta tidak membeda-bedakan perlakuan pemberian fasilitas kegiatan belajar mengajar, baik kepada mahasiswa penerima Beasiswa KIP ataupun mahasiswa jalur mandiri. Adapun APTISI dan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan (APT-Kes) juga akan selalu bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud dalam pelaksanaan penyaluran beasiswa KIP Kuliah Merdeka sehingga penyaluran dana tersebut tepat sasaran kepada calon mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga taraf ekonomi menengah ke bawah, namun ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pada peluncuran Beasiswa KIP Kuliah Merdeka di Jakarta (27/03/2021), Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya melakukan inovasi dan perubahan skema bantuan KIP Kuliah 2021. bukan hanya untuk mewujudkan keadilan sosial, tetapi juga mendorong mobilitas sosial yang lebih tinggi.  Generasi Indonesia bisa mencapai mimpinya. Pendidikan tinggi ini, memberikan dampak positif pada Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, kita harus melakukan berbagai macam perubahan yang cepat, salah satu program yang luar biasa yaitu KIP Kuliah Merdeka, sebab Pemerintah percaya bahwa semua mahasiswa walaupun kurang mampu harus bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.” pungkas Mendikbud.

Dalam 10 tahun terakhir, data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapati, jumlah mahasiswa tidak mampu yang menerima beasiswa Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah meningkat 10 kali lipat. Mendikbud Nadiem Makarim menyebut skema KIP kuliah diubah untuk memberi bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Dengan perubahan skema KIP Kuliah pada 2021, Mendikbud berharap program ini tak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggapai pendidikan tinggi, namun juga menjadi langkah untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan taraf hidup keluarga calon mahasiswa penerima beasiswa KIP. Oleh karena itu, Kemendikbud melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) telah membuat perubahan skema KIP Kuliah bagi angkatan mahasiswa baru tahun 2021 yang diberi nama KIP Kuliah Merdeka.

Adapun perubahan pertama KIP Kuliah Merdeka 2021 yang dilakukan Kemendikbud, yakni meningkatkan anggaran KIP Kuliah dari Rp1,3 triliun pada 2020 menjadi Rp2,5 triliun pada 2021. Peningkatan anggaran ini bukan untuk penambahan target peserta tetapi lebih pada peningkatan kualitas bantuan. Dengan KIP kuliah mahasiswa yang kurang mampu masih bisa kuliah sehingga bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan meningkatkan status ekonominya. Apalagi KIP Kuliah Merdeka memberi akses ke berbagai program studi baik di PTN maupun PTS yang memberikan beasiswa kepada siswa alumni SMA/SMK yang taraf ekonominya rendah namun berprestasi saat menempuh pendidikan di sekolah tingkat menengah atas.

Adapun perubahan pertama KIP Kuliah Merdeka 2021 yang dilakukan Kemendikbud, yakni meningkatkan anggaran KIP Kuliah dari Rp1,3 triliun pada 2020 menjadi Rp2,5 triliun pada 2021. Peningkatan anggaran ini bukan untuk penambahan target peserta tetapi lebih pada peningkatan kualitas bantuan.

"Sebelumnya, KIP Kuliah dipatok rata Rp2,4 juta per semester untuk uang kuliah. Pada 2021 akan diberikan menyesuaikan dengan akreditasi program studi," ungkap Nadiem.

Untuk program studi akreditas A batas maksimal bantuan sebesar Rp12 juta per semester. Program studi B maksimal sebesar Rp4 juta per semester, dan program studi C sebesar Rp2,4 juta per semester. Adapun perubahan selanjutnya, yaitu biaya hidup yang sebelumnya dipatok Rp700 ribu per semester, sekarang majemuk berdasarkan indeks kemahalan dibagi menjadi lima klaster daerah. Dari Rp800 ribu sampai Rp1,4juta," tutur Nadiem.

Nadiem menjelaskan, dengan adanya fleksibilitas bantuan inilah maka beasiswa ini dinamakan KIP Kuliah Merdeka. Oleh karena itu, sekarang calon mahasiswa tidak perlu ragu dan lebih merdeka untuk memilih-milih program studi unggulan yang terbaik di Indonesia.

(Kemendikbud/AndiTenriDioNasrun_LLDiktiIX)




Rabu, 24 Mar 2021, 15:10:53 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 1087 View
Pemadanan Data dan Klarifikasi Penghasilan Bagi Penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2020
Selasa, 23 Mar 2021, 15:10:53 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 854 View
Pendampingan Daring Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Peserta Penelitian Dosen Pemula (PDP)
Selasa, 23 Mar 2021, 15:10:53 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 166 View
Kampus Mengajar Sebagai Tonggak Sejarah Bagi Mahasiswa Mengajar di Daerah 3T